Sunday, 10 December 2017

RANGKUMAN BUKU SYSTEM ANALYSIS AND DESIGN (Chapter 3-6)

Chapter 3: Requirement Determination


Fase Analisis (Analysis Phase)


Pada fase ini, ditentukan tujuan bisnis dari sistem, ruang lingkup proyek, menilai kelayakan proyek, dan menyediakan rencana awal kerja. Analisis mengarah langsung pada perancangan tentang bagaimana sistem ditentukan. Pada fase ini juga dibuat definisi, use cases, process model, dan data model. Proses itu sendiri memiliki langkah-langkah, yaitu memahami kondisi sistem yang ada saat ini, mengidentifikasi pengembangan atau perbaikan, dan menentukan kebutuhan sistem yang baru.


Penentuan Kebutuhan (Requirement Determination)


Penentuan kebutuhan adalah bagian dari analisis. Bagian ini dilakukan untuk mengubah permintaan sistem dari kalimat yang umum menjadi lebih detail dan berisi apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Kebutuhan bisnis berisi sistem apa dan kebutuhan sistem berisi bagaimana sistem akan diterapkan. Terdapat kebutuhan funsional dan non-fungsional. Kebutuhan fungsional berhubungan dengan proses yang harus dilakukan atau informasi yang harus ada pada sistem. Kebutuhan non-fungsional berhubungan dengan sifat atau perilaku yang dimiliki oleh sistem, seperti kinerja dari sistem.


Teknik Penggalian Kebutuhan (Requirement Elicitation Technique)


Terdapat lima teknik yang dapat dilakukan untuk menggali kebutuhan, yaitu:

1. Interview

Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan ke satu atau banyak orang tentang masalah yang berkaitan. Teknik ini adalah teknik yang paling umum digunakan dalam penggalian kebutuhan.


2. Job Application Development (JAD)

Teknik ini melibatkan pengguna, tim proyek, dan pihak manajemen untuk melakukan penggalian kebutuhan.

3. Questionnaires

Questionnaires adalah teknik yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertulis kepada responden yang telah dipilih. Pertanyaan yang diajukan berisi hipotesis yang dibuat berdasarkan masalah yang ada.

4. Document Analysis

Document analysis adalah teknik penggalian kebutuhan yang dilakukan dengan melihat dokumen dari sistem yang lama, dan kemudian dikembangkan.

5. Observation

Teknik ini dilakukan dengan melihat dan memerhatikan informasi, kemudian mempertimbangkan informasi dari informasi yang telah didapatkan.



Strategi Analisis Kebutuhan (Requrement Analysis Strategies)


Fase analisis mengharuskan pengguna bisnis untuk berfikir kritis tentang kebutuhan sistem yang baru. Terdapat beberapa strategi yang dapat membantu, yaitu:

  • Strategi yang dapat membantu pengguna bisnis untuk memahami permasalahan yang ada pada sistem dan membutuhkan perbaikan: Problem Analysis dan Root Cause Analysis.
  • Strategi yang dapat membantu pengguna bisnis untuk menentukan proses yang membutuhkan perancangan ulang: Duration Analysis, Activity-Based Costing, dan Informal Benchmarking.
  • Strategi yang "memaksa" pengguna bisnis untuk memikirkan proses bisnis dengan cara baru untuk menyelesaikan proses bisnis: Outcome Analysis, Technology Analysis, dan Activity Elimination.

Chapter 4: Use Case Analysis


Monday, 2 October 2017

Quiz 1 APSI-C

Buatlah artikel dalam blog yang memuat beberapa pertanyaan di bawah ini. Sertakan gambar, video atau file lain yang melengkapi artikel yang dibuat.
  1. Tentukan sebuah perusahaan atau organisasi sebagai studi kasus.
  2. Buatlah deskripsi perusahaan tersebut.
  3. Identifikasi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang ada di perusahaan/ organisasi tersebut.
  4. Klasifikasikan Sistem Informasi yang ada berdasarkan Klasifikasi OBrien
  5. Buatlah mapping klasifikasi sistem informasi tersebut ke dalam Piramida Penggunanya.

Jawaban:

1. Pilih Perusahaan


2. Tentang Perusahaan 


Coca Cola Company didirikan oleh DR. John Pemberton pada sekitar tahun 1886 di Atlanta, Georgia. Komposisi utama adalah tanaman Coca dan kacang Kola. Awalnya dimaksudkan sebagai minuman obat untuk sakit kepala. Suatu saat, ada orang yang menambahkan soda ke dalam minuman tersebut dan menurutnya, minumannya menjadi lebih enak. Hal tersebut menjadikan Coca Cola sebagai minuman yang banyak dipilih oleh orang-orang yang kemudian Coca Cola Company membuka cabang di hampir setiap negara bagian Amerika pada tahun 1895 dan pada tahun 1900-an, dikemas dalam kemasan botol untuk dijual di luar Amerika.

Eksekutif Perusahaan

Chairman : Ahmet Muhtar Kent
President, CEO, Director: James Quincey
Director: Herbert Anthony Allen
Independent Director: Barry Charles Diller, David B. Weinberg, Marc J. Bolland

Produk

Produk utama Coca Cola adalah minuman khususnya soft drink menjadi populer dan mencapai penjualan tertinggi. Terdapat berbagai rasa seperti Cola Lemon, Cola Lime, Cola Orange, Cola, Cola Green Tea, dan Cola Raspberry yang dijual di berbagai negara. Coca Cola juga memproduksi produk lainnya, seperti makanan, jus buah, air minum kemasan, air minum berenergi, kopi, susu, dan minuman untuk olahraga. Beberapa produk tersebut dijual dengan merek yang berbeda sesuai dengan area penjualan.

Penjualan

Saat ini, terdapat kira-kira 3.300 produk di lebih dari 200 negara di dunia. Pada 2009, terjual produk sebanyak 24,4 Miliar produk dengan penghasilan yang didapat sebesar 5 Miliar dolar.

Operasi Luar Negeri

Kantor pusat Coca Cola Company ada di Atlanta, Georgia, dimana di kantor tersebut dilakukan monitor operasi untuk perusahaan cabang di Asia, Afrika, dan Eropa. Masing-masing negara memiliki perusahaan franchise sendiri yang membuat dan menjual produk.



3. TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI


Pada Website coca-cola.com/global, kita akan diberikan pilihan banyak negara yang memiliki cabang perusahaan Coca Cola Company. Misal jika kita memilih Indonesia, kita akan diarahkan ke website coca-cola.co.id. Di sana, terdapat sistem informasi produk Coca Cola yang dijual di Indonesia.

Video tentang produk Coca Cola


Informasi Produk

Terdapat informasi tentang produk Coca Cola yang dijual di Indonesia, yaitu kemasan botol plastik, botol kaca & kaleng, dan Coca-Cola Zero. Kita dapat memilih produk dengan melakukan klik pada gambar produk. Setelah memilih salah satu dari ketiga produk tersebut, kita bisa memilih ukuran dan informasi (informasi nilai gizi dan komposisi) dari produk tersebut akan keluar di bawahnya.


Sejarah

Menu lain yang terdapat di website coca-cola.co.id adalah sejarah perusahaan. Di menu tersebut ditampilkan perjalanan perusahaan dari tahun ke tahun seperti awal kemasan botol, awal kemasan kaleng, Coca-cola menjadi sampul di majalah Times, dll.

Media Sosial

Terdapat link untuk media sosial Coca Cola Indonesia, yaitu facebook, twitter, dan youtube.


4. Klasifikasi Sistem Informasi


Enterprise Collaboration Systems

ECS adalah salah satu sistem informasi yang digunakan untuk mendukung enterprise-wide communication, seperti berbagi file dalam perusahaan. Perangkat yang digunakan seperti groupware, internet, dan jaringan lainnya.


1. IBM


Hampir semua perusahaan Coca Cola di dunia menggunakan sistem ERP dan SAP R/3 dari IBM. Perangkat lunak tersebut telah membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang cepat dan kualitas produk yang lebih baik dengan biaya operasi yang lebih sedikit.
Pada database, Coca Cola Company juga bekerja sama dengan IBM. Software yang digunakan adalah DB2. Awalnya, Coca Cola menggunakan Oracle Databases. Perusahaan berpindah ke DB2 karena hardware dan software yang lebih murah dan media penyimpanan yang lebih baik, serta keamanan data.

2. Cisco

Dengan koneksi ethernet yang disediakan oleh Cisco, perusahaan dapat melakukan pertukaran data dengan aman. Selain itu, pertukaran informasi dalam perusahaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih sedikit.

3. Barracuda Networks

Untuk keamanan jaringan, perusahaan Coca Cola bekerja sama dengan Barracuda Networks. Hal tersebut untuk memastikan jaringan dan media penyimpanan selalu aman. Firewall pada aplikasi web memastikan tidak ada gangguan dari serangan luar seperti virus, hacker, dll.

Transaction Processing System

Penjualan produk Coca Cola dilakukan dengan mengirimkan produk dari pabrik ke distributor kemudian ke agen penjualan, termasuk toko grosir, restoran, penjual minuman di jalan, bioskop, taman hiburan, dll. Kita juga bisa mendaftar sebagai distributor resmi atau melakukan pemesanan melalui website http://coca-colaamatil.co.id/.

Management Information System

Sistem informasi ini yang memengaruhi keputusan pihak manajemen perusahaan. Sistem ini dilakukan setelah mendapatkan laporan kegiatan atau report, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan dalam level manajemen. Laporan yang diterima pihak Coca Cola misalnya besar produksi, pengemasan produk, banyaknya bahan mentah, dan data keamanan lingkungan.

Decision Support System

Sistem ini dilakukan untuk pengambilan keputusan untuk masa depan perusahaan. Untuk Decision Support, salah satunya Coca Cola melakukan wawancara ke end user untuk mendapat informasi yang diinginkan. Data tersebut kemudian di-convert ke Oracle Database. Langkah selanjutnya adalah dengan menggunakan perangkat eXadas™ dari perusahaan rekan CrossAccess. Setelah itu, hasil file yang sudah di-extract digabungkan dengan data dari database dengan DQbroker®.

Executive Information System

Sistem informasi yang digunakan oleh pihak eksekutif perusahaan.


5. Klasifikasi Piramida Pengguna




Sunday, 17 September 2017

Strategic Information System

Strategic Information System adalah sistem yang menggabungkan tekonologi dengan strategi bisnis
yang bertujuan membuat suatu struktur dalam perencanaan dan pelaksanaan, serta menanggapi kondisi pasar yang berubah-ubah.

Contoh SIS adalah National Geographic Society (NGS) yang mengkomersilkan gambar. NGS memiliki sekitar 10 juta gambar digital yang mengesankan. Sekitar 10.000 dari gambar tersebut dijual secara komersil. Banyak perusahaan yang menggunakan gambar-gambar tersebut untuk iklan. Pembeli dapat menghubungi langsung staff penjualan NGS image sales, yang akan mencari gambar yang diinginkan.

Untuk memudahkan transaksi, NGS membuat sebuah situs media digital bisnis. Pembeli dapat langsung memilih dan membeli gambar yang diinginkan melalui situs tersebut. Dari situs tersebut, NGS mendapat keuntungan tiga kali lipat tanpa harus meningkatkan staff penjualannya.

Pembeli dapat melakukan pembelian dengan menggunakan kartu kredit atau pesanan pembelian. Untuk gambar yang sudah dibeli, dapat diterima oleh pembeli dengan melakukan download/unduh atau dengan CD atau slide.



Bukalapak.com



Tentang Perusahaan


Bukalapak merupakan sebuah pasar daring di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Bukalapak menyediakan sarana penjualan customer-customer (C2C), baik perorangan maupun perusahaan. Barang atau produk yang diperjualbelikan bisa barang baru maupun bekas.


Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada bulan September 2011 dan dikelola oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).

Pada tanggal 25 Juni 2014, Bukalapak menambahkan fitur Quick Buy, yaitu pembeli tidak perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu untuk membeli barang, namun pembeli cukup memasukkan email yang aktif dan detail alamat. E-mail tersebut nantinya digunakan untuk mengirim tagihan pembayaran dan sebagai kontak pembeli jika terjadi kesalahan transaksi. Oleh karena itu, diharapkan penulisan e-mail tidak salah, karena nantinya berpengaruh terhadap verifikasi transaksi.

Per Desember 2015, Bukalapak memiliki 7 juta produk yang dijual oleh pengguna dan berada pada posisi 11 situs besar di Indonesia berdasarkan Alexa.

Sistem Pembayaran


Ketika calon pembeli ingin membeli sebuah produk di Bukalapak, maka pembeli harus melakukan transfer ke Bukalapak terlebih dahulu. Jika transfer berhasil, Bukalapak akan memberitahukan kepada penjual bahwa pembayaran sudah diterima oleh Bukalapak dan penjual bisa melakukan pengiriman barang yang dipesan. Ketika barang tiba di pembeli, Bukalapak akan melakukan transfer uang pembelian ke penjual. Dengan program jaminan ini, bila pembeli tidak menerima barang sampai batas waktu tertentu, dana pembeli akan dikembalika 100%.

Fitur Bukalapak


E-Voucher & Tiket



BukaReksa




BukaMobil





BukaIklan




BukaPengadaan





Agen Bukalapak

Agen Bukalapak adalah penjual semua produk di Bukalapak secara offline. Produk yang dapat dijual meliputi semua kategori termasuk E-Voucher & Tiket (Pulsa, Paket Data, Token Listrik, Tiket Kereta, Tiket Pesawat, Voucher Game, dll).



Buka Emas






Sistem Informasi pada Bukalapak

  • Transaction Processing Systems
Transaction processing systems (TPS) akan mencatat dan memproses data hasil dari tranksaksi bisnis,contohnya seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan, menghasilkan informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.
Contoh : gaji karyawan, kuitansi penjualan, formulir pajak dan rekening keuangan.

  • Process Control Systems 
Process control systems (PCS) yang berfungsi untuk mengatur proses produksi fisik yang secara otomatis dibuat oleh komputer.

  • Office Automation Systems
Office automation systems (OAS) berfungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik.
Contoh dari office automation (OA) adalah word processing

  • Information Reporting Systems
Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. 

  • Decision Support Systems
DSS adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. 
Contoh, program kertas kerja elektronik memudahkan manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.

  • Executive Information Systems 
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas.