Thursday, 31 May 2018

Dokumen Final Project MPPL

PROPOSAL FP MPPL




KAK FP MPPL



Dokumen Manajemen Waktu Pengerjaan, SDM, Anggaran/Keuangan, Kurva S


Monday, 12 March 2018

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Sistem Tracking Armada Pengantar Barang J&T Express




1. Latar Belakang


Saat ini banyak sekali orang-orang yang menggunakan jasa pengiriman barang. Jasa pengiriman barang adalah salah satu cara paling mudah untuk mengirim barang dari tempat asal ke tempat tujuan dengan cepat dan aman. Akan tetapi, meskipun kita sudah mempercayakan barang yang kita kirim ke perusahan jasa pengiriman barang, namun masih bisa terjadi kelalaian ataupun kehilangan terhadap barang yang kita kirim. Banyak sekali kasus terjadi kehilangan barang pada saat barang dalam proses kirim.
Dengan maraknya kasus tersebut, diperlukan suatu cara agar kita dapat meminimalisir terjadinya kasus tersebut kedepannya. Untuk itu diperlukan sebuah aplikasi yang dapat melacak keberadaan lokasi barang pada saat proses pengiriman barang berlangsung supaya customer pun dapat mengetahui keberadaan barangnya saat ketika sedang dikirim apakah sudah sampai atau belum.


2. Maksud dan Tujuan

Adanya sistem pengiriman paket dan dokumen ini dapat memberikan kemudahan kepada instansi yang terkait untuk melakukan pengolahan data pengiriman paket dan dokumen. Sistem baru ini memungkinkan sistem yang lebih baik dari sistem yang sebelumnya karena segala hal pencatatan data user, data paket, data kota dan transaksi pengiriman paket dan dokumen digantikan dengan memasukkan datanya pada program sistem ini. Pengolahan data yang cepat, berkualitas dan lancar ini sangat diperlukan oleh semua setiap tipe organisasi guna membantu dalam mencapai tujuan atau sasaran organisasi. Keuntungan yang diperoleh dengan adanya komputerisasi pengolahan data ini jika digunakan di J&T Express antara lain:

  • Menghemat waktu untuk pencarian data dan pencatatan data.
  • Dapat menyajikan informasi secara cepat, tepat dan akurat.
  • Tata letak dari program dan bentuk output diatur sedemikian rupa sehingga mudah dimengerti, mudah dibaca dan dapat dilihat isinya dengan cepat.


3. Sasaran

Tersedianya suatu aplikasi yang dapat digunakan oleh perusahaan eksepdisi dan juga pelanggan dari ekspedisi tersebut untuk mengetahui lokasi armada yang sedang melakukan pengiriman barang.


4. Organisasi Pengguna Jasa

PT. Global Jet Express.

5. Sumber Pendanaan

Anggaran perusahaan sebesar Rp 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah). Termasuk untuk biaya komputer dan juga server yang akan digunakan.


6. Lingkup, Lokasi, Fasilitas, dan Alih Pengetahuan


  1. Lingkup Kegiatan
    - Pengadaan modul dari aplikasi tracking, yang terdiri dari tracking armada, pembuatan surat jalan, pembuatan surat tanda terima, pembuatan nota dan pencatatan proses bisnis.
    - Pengadaan server untuk aplikasi tracking ini.
  2. Lokasi Kegiatan
    - Lokasi dari kegiatan ini dilakukan di dalam kantor J&T Express
  3. Fasilitas
    A) Pengguna jasa:
    - Konsultasi kebutuhan.
    - Ikut dilibatkan dalam pengembangan
    B) Penyedia jasa:
    - Dokumentasi dan laporan mingguan
  4. Alih Pengetahuan
    - Training
    - Konsultasi


7. Metodologi

Metodologi kegiatan Pembangunan Aplikasi Tracking Barang untuk Ekspedisi mengacu pada metode System Development Life Cycle (SDLC). Dalam metode SDLC terdapat 4+1 proses/kegiatan yaitu perencanaan sistem (Planning System), analisis sistem (System Analysis), perancangan sistem (System Design) dan Implementasi (Implementation) ditambah proses akhir pemeliharaan (Maintenance). Masalah akan didefinisikan dalam tahap-tahap perencanaan dan analisis. Solusi-solusi alternatif diidentifikasi dan dievaluasi dalam tahap desain, kemudian solusi yang terbaik diimplementasikan dan digunakan. Selama penggunaan sistem dikumpulkan umpan balik untuk melihat seberapa baik sistem mampu memecahkan masalah yang telah ditentukan. Masing-masing tahapan proses selanjutnya dijabarkan sebagai berikut:

  1. Tahap Perencanaan Sistem (System Planning) Tahap Perencanaan menyangkut studi kelayakan baik secara teknis maupun secara teknologi serta penjadualan pengembangan suatu pekerjaan sistem informasi dan atau perangkat lunak.
  2. Tahap Analisis Sistem (System Analysis) Tahap Analisis adalah proses untuk berusaha mengenali segenap permasalahan yang muncul pada pengguna dengan mendekomposisikan pada diagram kasus (use case diagram), mengenali obyek-obyek yang terlibat dalam sistem, hubungan antar obyek, alternatif solusi dan sebagainya.
  3. Tahap Perancangan (System Design) Tahap perancangan lebih menekankan pada platform apa hasil dari tahap analisis kelak akan diimplementasikan. Aplikasi mulai dibangun sesuai framework yang telah didefinisikan. Pada tahap ini juga dilakukan proses penghalusan (Refinement) solusi yang didapat pada tahap analisis, selain menambahkan dan memodifikasi alternatif solusi lain yang akan lebih efektif/efisien bagi sistem.
  4. Tahap Implementasi (Implementation) Tahap implementasi adalah proses mengimplementasikan perancangan sistem ke situasi yang nyata. Pada tahap ini mulai digunakan aplikasi yang sudah dibangun untuk para pengguna/ user, melalui proses training dan transfer ilmu (transfer knowledge) dari developer aplikasi kepada user. 
  5. Pemeliharaan (Maintenance) Tahap pemeliharaan merupakan bentuk evaluasi untuk memantau agar sistem informasi yang dioperasikan dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan harapan pengguna maupun organisasi yang menggunakan sistem tersebut.


8. Jangka Waktu Pelaksanaan

Jangka waktu pelaksanan kegiatan ini ± 60 hari (enam puluh) sesuai dengan hari yang ada pada kalender. Tahapan – tahapan seperti yang dijelaskan sebelumnya, akan dilaksanakan dengan tambahan final testing untuk tes akhir yang akan dilakukan oleh end user.


9. Kualifikasi


  1. Bersedia tidak menyebarluaskan data yang bersifat pribadi.
  2. Berkomitmen terhadap pekerjaan.
  3. Menggunakan metode yang baik.


10. Tenaga Ahli

Tenaga ahli yang diperlukan sebanyak 7 orang, dengan kualifikasi sebagai berikut:
  • Minimal lulusan D3 atau sederajat di bidang Teknik Informatika/Sistem Informasi.
  • Pengalaman di bidang terkait minimal 1 tahun.
  • Mampu bekerjasama dalam tim.
  • Mampu bekerja di bawah tekanan.
  • Mampu menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang diberikan.


11. Keluaran 

Keluaran yang akan dihasilkan kegiatan ini, diantaranya:
  • Aplikasi atau sistem informasi pengirim paket dan dokumen untuk PT. Global Jet Express.
  • Dokumentasi untuk pengembangan aplikasi ke depannya karena kebutuhan yang tidak terbatas sesuai dengan perkembangan zaman.
  • Source Code dari program yang berhasil dibangun.
  • Dokumentasi berupa technical manual atau dokumen tutorial yang disertakan dengan aplikasi.
  • Database berupa server yang siap digunakan kapanpun dan dimanapun.

Keluaran ini akan dicetak dalam format Microsoft Office atau PDF sebagai softcopy dan hardcopy yang akan dicetak dalam kertas A4 dan dilaminating, serta dijilid dengan hardcover. Untuk softcopy disertakan dalam CD/DVD dan softcopy tersebut merupakan dokumen terakhir setelah dinyatakan berhasil pada final testing.

12. Pelaporan


1. Laporan pendahuluan:
  • Rencana kerja.
  • Jadwal kegiatan.
  • Estimasi waktu selesai sebelum deadline.
2. Laporan interim:
  • Hasil yang sudah dicapai.
  • Masalah pelaksanaan dan solusi.
  • Rencana baru selanjutnya.
3. Laporan akhir:
  • Laporan mingguan.
  • Keluaran proyek.
4. Laporan mingguan pada pertemuan ritun.

Video lainnya tentang J&T:




Monday, 5 March 2018

SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK (TUGAS 1 MPPL)

Bagian I. Inisiasi


Fase Inisiasi adalah fase pertama dalam Siklus Hidup Perangkat Lunak dalam memulai suatu proyek perangkat lunak. Fase tersebut dapat dilakukan dengan menentukan sasaran, ruang lingkup, dan tujuan.

Secara keseluruhan, terdapat enam langkap untuk melakukan inisiasi sebuah proyek baru.


Mengembangkan Kasus Bisnis


Langkah ini dapat dilakukan dengan melakukan:
  • Riset peluang bisnis.
  • Mengidentifikasi solusi alternatif yang tersedia.
  • Menentukan keuntungan dan biaya dari masing-masing solusi.
  • Mengidentifikasi segala risiko dan masalah dalam implementasi.
  • Mencari solusi untuk pembiayaan.

Studi Kelayakan


Pada langkah ini dapat dilakukan:

  • Dokumentasi kebutuhan bisnis.
  • Meninjau kembali segala solusi untuk menentukan kelayakan.
  • Dokumentasi hasil studi dalam laporan kelayakan.

Project Charter


Project Charter adalah sebuah dokumen yang sudah bertanda tangan resmi yang digunakan untuk mendefinisikan dan menyetujui sebuah proyek. Oleh karena itu, project charter pasti dibuat setelah proposal proyek disetujui. Tanpa project charter, tujuan proyek akan menjadi ambigu dan sulit dipahami dengan benar oleh para stakeholder.

Menunjuk Tim Proyek


  • Mendefinisikan tujuan dari masing-masing tugas.
  • Mendefinisikan tanggung jawab dari masing-masing tugas.
  • Mendefinisikan sebuah ke mana sebuah tugas harus dilaporkan.
  • Mendefinisikan kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan.
  • Mengidentifikasi gaji dan kondisi kerja.

Menentukan Lokasi Pengembangan Proyek


  • Menentukan lokasi dari pengembangan proyek.
  • Memastikan inftrastruktur yang dimiliki sudah benar.
  • Mendefinisikan tugas dan tanggung jawab PMO.

Peninjauan Kembali


Dalam dokumen dari hasil peninjauan, terdapat:
  • Memastikan proyek sudah terjadwal dengan baik.
  • Dana mencukupi.
  • Proyek sudah disetujui.
  • Risiko sudah diidentifikasi dan penanggulangannya.
  • Jika ada perubahan, dapat diatasi dengan baik.
  • Proyek berjalan sesuai dengan jadwal.

Sunday, 10 December 2017

RANGKUMAN BUKU SYSTEM ANALYSIS AND DESIGN (Chapter 3-6)

Chapter 3: Requirement Determination


Fase Analisis (Analysis Phase)


Pada fase ini, ditentukan tujuan bisnis dari sistem, ruang lingkup proyek, menilai kelayakan proyek, dan menyediakan rencana awal kerja. Analisis mengarah langsung pada perancangan tentang bagaimana sistem ditentukan. Pada fase ini juga dibuat definisi, use cases, process model, dan data model. Proses itu sendiri memiliki langkah-langkah, yaitu memahami kondisi sistem yang ada saat ini, mengidentifikasi pengembangan atau perbaikan, dan menentukan kebutuhan sistem yang baru.


Penentuan Kebutuhan (Requirement Determination)


Penentuan kebutuhan adalah bagian dari analisis. Bagian ini dilakukan untuk mengubah permintaan sistem dari kalimat yang umum menjadi lebih detail dan berisi apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Kebutuhan bisnis berisi sistem apa dan kebutuhan sistem berisi bagaimana sistem akan diterapkan. Terdapat kebutuhan funsional dan non-fungsional. Kebutuhan fungsional berhubungan dengan proses yang harus dilakukan atau informasi yang harus ada pada sistem. Kebutuhan non-fungsional berhubungan dengan sifat atau perilaku yang dimiliki oleh sistem, seperti kinerja dari sistem.


Teknik Penggalian Kebutuhan (Requirement Elicitation Technique)


Terdapat lima teknik yang dapat dilakukan untuk menggali kebutuhan, yaitu:

1. Interview

Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan ke satu atau banyak orang tentang masalah yang berkaitan. Teknik ini adalah teknik yang paling umum digunakan dalam penggalian kebutuhan.


2. Job Application Development (JAD)

Teknik ini melibatkan pengguna, tim proyek, dan pihak manajemen untuk melakukan penggalian kebutuhan.

3. Questionnaires

Questionnaires adalah teknik yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertulis kepada responden yang telah dipilih. Pertanyaan yang diajukan berisi hipotesis yang dibuat berdasarkan masalah yang ada.

4. Document Analysis

Document analysis adalah teknik penggalian kebutuhan yang dilakukan dengan melihat dokumen dari sistem yang lama, dan kemudian dikembangkan.

5. Observation

Teknik ini dilakukan dengan melihat dan memerhatikan informasi, kemudian mempertimbangkan informasi dari informasi yang telah didapatkan.



Strategi Analisis Kebutuhan (Requrement Analysis Strategies)


Fase analisis mengharuskan pengguna bisnis untuk berfikir kritis tentang kebutuhan sistem yang baru. Terdapat beberapa strategi yang dapat membantu, yaitu:

  • Strategi yang dapat membantu pengguna bisnis untuk memahami permasalahan yang ada pada sistem dan membutuhkan perbaikan: Problem Analysis dan Root Cause Analysis.
  • Strategi yang dapat membantu pengguna bisnis untuk menentukan proses yang membutuhkan perancangan ulang: Duration Analysis, Activity-Based Costing, dan Informal Benchmarking.
  • Strategi yang "memaksa" pengguna bisnis untuk memikirkan proses bisnis dengan cara baru untuk menyelesaikan proses bisnis: Outcome Analysis, Technology Analysis, dan Activity Elimination.

Chapter 4: Use Case Analysis


Monday, 2 October 2017

Quiz 1 APSI-C

Buatlah artikel dalam blog yang memuat beberapa pertanyaan di bawah ini. Sertakan gambar, video atau file lain yang melengkapi artikel yang dibuat.
  1. Tentukan sebuah perusahaan atau organisasi sebagai studi kasus.
  2. Buatlah deskripsi perusahaan tersebut.
  3. Identifikasi Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang ada di perusahaan/ organisasi tersebut.
  4. Klasifikasikan Sistem Informasi yang ada berdasarkan Klasifikasi OBrien
  5. Buatlah mapping klasifikasi sistem informasi tersebut ke dalam Piramida Penggunanya.

Jawaban:

1. Pilih Perusahaan


2. Tentang Perusahaan 


Coca Cola Company didirikan oleh DR. John Pemberton pada sekitar tahun 1886 di Atlanta, Georgia. Komposisi utama adalah tanaman Coca dan kacang Kola. Awalnya dimaksudkan sebagai minuman obat untuk sakit kepala. Suatu saat, ada orang yang menambahkan soda ke dalam minuman tersebut dan menurutnya, minumannya menjadi lebih enak. Hal tersebut menjadikan Coca Cola sebagai minuman yang banyak dipilih oleh orang-orang yang kemudian Coca Cola Company membuka cabang di hampir setiap negara bagian Amerika pada tahun 1895 dan pada tahun 1900-an, dikemas dalam kemasan botol untuk dijual di luar Amerika.

Eksekutif Perusahaan

Chairman : Ahmet Muhtar Kent
President, CEO, Director: James Quincey
Director: Herbert Anthony Allen
Independent Director: Barry Charles Diller, David B. Weinberg, Marc J. Bolland

Produk

Produk utama Coca Cola adalah minuman khususnya soft drink menjadi populer dan mencapai penjualan tertinggi. Terdapat berbagai rasa seperti Cola Lemon, Cola Lime, Cola Orange, Cola, Cola Green Tea, dan Cola Raspberry yang dijual di berbagai negara. Coca Cola juga memproduksi produk lainnya, seperti makanan, jus buah, air minum kemasan, air minum berenergi, kopi, susu, dan minuman untuk olahraga. Beberapa produk tersebut dijual dengan merek yang berbeda sesuai dengan area penjualan.

Penjualan

Saat ini, terdapat kira-kira 3.300 produk di lebih dari 200 negara di dunia. Pada 2009, terjual produk sebanyak 24,4 Miliar produk dengan penghasilan yang didapat sebesar 5 Miliar dolar.

Operasi Luar Negeri

Kantor pusat Coca Cola Company ada di Atlanta, Georgia, dimana di kantor tersebut dilakukan monitor operasi untuk perusahaan cabang di Asia, Afrika, dan Eropa. Masing-masing negara memiliki perusahaan franchise sendiri yang membuat dan menjual produk.



3. TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI


Pada Website coca-cola.com/global, kita akan diberikan pilihan banyak negara yang memiliki cabang perusahaan Coca Cola Company. Misal jika kita memilih Indonesia, kita akan diarahkan ke website coca-cola.co.id. Di sana, terdapat sistem informasi produk Coca Cola yang dijual di Indonesia.

Video tentang produk Coca Cola


Informasi Produk

Terdapat informasi tentang produk Coca Cola yang dijual di Indonesia, yaitu kemasan botol plastik, botol kaca & kaleng, dan Coca-Cola Zero. Kita dapat memilih produk dengan melakukan klik pada gambar produk. Setelah memilih salah satu dari ketiga produk tersebut, kita bisa memilih ukuran dan informasi (informasi nilai gizi dan komposisi) dari produk tersebut akan keluar di bawahnya.


Sejarah

Menu lain yang terdapat di website coca-cola.co.id adalah sejarah perusahaan. Di menu tersebut ditampilkan perjalanan perusahaan dari tahun ke tahun seperti awal kemasan botol, awal kemasan kaleng, Coca-cola menjadi sampul di majalah Times, dll.

Media Sosial

Terdapat link untuk media sosial Coca Cola Indonesia, yaitu facebook, twitter, dan youtube.


4. Klasifikasi Sistem Informasi


Enterprise Collaboration Systems

ECS adalah salah satu sistem informasi yang digunakan untuk mendukung enterprise-wide communication, seperti berbagi file dalam perusahaan. Perangkat yang digunakan seperti groupware, internet, dan jaringan lainnya.


1. IBM


Hampir semua perusahaan Coca Cola di dunia menggunakan sistem ERP dan SAP R/3 dari IBM. Perangkat lunak tersebut telah membantu perusahaan untuk membuat keputusan yang cepat dan kualitas produk yang lebih baik dengan biaya operasi yang lebih sedikit.
Pada database, Coca Cola Company juga bekerja sama dengan IBM. Software yang digunakan adalah DB2. Awalnya, Coca Cola menggunakan Oracle Databases. Perusahaan berpindah ke DB2 karena hardware dan software yang lebih murah dan media penyimpanan yang lebih baik, serta keamanan data.

2. Cisco

Dengan koneksi ethernet yang disediakan oleh Cisco, perusahaan dapat melakukan pertukaran data dengan aman. Selain itu, pertukaran informasi dalam perusahaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih sedikit.

3. Barracuda Networks

Untuk keamanan jaringan, perusahaan Coca Cola bekerja sama dengan Barracuda Networks. Hal tersebut untuk memastikan jaringan dan media penyimpanan selalu aman. Firewall pada aplikasi web memastikan tidak ada gangguan dari serangan luar seperti virus, hacker, dll.

Transaction Processing System

Penjualan produk Coca Cola dilakukan dengan mengirimkan produk dari pabrik ke distributor kemudian ke agen penjualan, termasuk toko grosir, restoran, penjual minuman di jalan, bioskop, taman hiburan, dll. Kita juga bisa mendaftar sebagai distributor resmi atau melakukan pemesanan melalui website http://coca-colaamatil.co.id/.

Management Information System

Sistem informasi ini yang memengaruhi keputusan pihak manajemen perusahaan. Sistem ini dilakukan setelah mendapatkan laporan kegiatan atau report, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan dalam level manajemen. Laporan yang diterima pihak Coca Cola misalnya besar produksi, pengemasan produk, banyaknya bahan mentah, dan data keamanan lingkungan.

Decision Support System

Sistem ini dilakukan untuk pengambilan keputusan untuk masa depan perusahaan. Untuk Decision Support, salah satunya Coca Cola melakukan wawancara ke end user untuk mendapat informasi yang diinginkan. Data tersebut kemudian di-convert ke Oracle Database. Langkah selanjutnya adalah dengan menggunakan perangkat eXadas™ dari perusahaan rekan CrossAccess. Setelah itu, hasil file yang sudah di-extract digabungkan dengan data dari database dengan DQbroker®.

Executive Information System

Sistem informasi yang digunakan oleh pihak eksekutif perusahaan.


5. Klasifikasi Piramida Pengguna