Bagian I. Inisiasi
Fase Inisiasi adalah fase pertama dalam Siklus Hidup Perangkat Lunak dalam memulai suatu proyek perangkat lunak. Fase tersebut dapat dilakukan dengan menentukan sasaran, ruang lingkup, dan tujuan.
Secara keseluruhan, terdapat enam langkap untuk melakukan inisiasi sebuah proyek baru.
Mengembangkan Kasus Bisnis
Langkah ini dapat dilakukan dengan melakukan:
- Riset peluang bisnis.
- Mengidentifikasi solusi alternatif yang tersedia.
- Menentukan keuntungan dan biaya dari masing-masing solusi.
- Mengidentifikasi segala risiko dan masalah dalam implementasi.
- Mencari solusi untuk pembiayaan.
Studi Kelayakan
Pada langkah ini dapat dilakukan:
- Dokumentasi kebutuhan bisnis.
- Meninjau kembali segala solusi untuk menentukan kelayakan.
- Dokumentasi hasil studi dalam laporan kelayakan.
Project Charter
Project Charter adalah sebuah dokumen yang sudah bertanda tangan resmi yang digunakan untuk mendefinisikan dan menyetujui sebuah proyek. Oleh karena itu, project charter pasti dibuat setelah proposal proyek disetujui. Tanpa project charter, tujuan proyek akan menjadi ambigu dan sulit dipahami dengan benar oleh para stakeholder.
Menunjuk Tim Proyek
- Mendefinisikan tujuan dari masing-masing tugas.
- Mendefinisikan tanggung jawab dari masing-masing tugas.
- Mendefinisikan sebuah ke mana sebuah tugas harus dilaporkan.
- Mendefinisikan kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan.
- Mengidentifikasi gaji dan kondisi kerja.
Menentukan Lokasi Pengembangan Proyek
- Menentukan lokasi dari pengembangan proyek.
- Memastikan inftrastruktur yang dimiliki sudah benar.
- Mendefinisikan tugas dan tanggung jawab PMO.
Peninjauan Kembali
Dalam dokumen dari hasil peninjauan, terdapat:
- Memastikan proyek sudah terjadwal dengan baik.
- Dana mencukupi.
- Proyek sudah disetujui.
- Risiko sudah diidentifikasi dan penanggulangannya.
- Jika ada perubahan, dapat diatasi dengan baik.
- Proyek berjalan sesuai dengan jadwal.
No comments:
Post a Comment